Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Yustus Maturbongs

AC Milan fans since 1990 , jazzer, black coffee maniac Follow me @Joong_Oijoon

Selamat Berhari Minggu atau Happy Sunday?

HL | 17 October 2010 | 05:09 Dibaca: 11130   Komentar: 57   7

ilustrasi/google.co.id

ilustrasi/google.co.id

Sudah menjadi kebiasaan, entah lewat SMS atau situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, beberapa kawan dan kerabat mengirimkan kata-kata bijak atau penggalan ayat-ayat Alkitab (bagi yang Nasrani) dan diakhiri dengan ucapan “Happy Sunday!”. Kadang-kadang sedikit divariasi dengan ucapan have a nice Sunday. Bahkan ada yang lebih gaul lagi dengan mempersingkat menjadi “Pie Sunday.” Sedikit sekali yang mengucapkan selamat berhari Minggu. Secara tersirat bagi yang Nasrani adalah selamat menjalankan ibadah di hari Minggu dan bagi yang bukan Nasrani maksudnya adalah selamat menikmati hari libur.

Nah, akhirnya saya penasaran, kenapa harus Happy Sunday? Memangnya kita tinggal di Amrik? Oh ya, tulisan ini bukan mempersoalkan soal iman atau ajaran agama, karena nanti akan panjang urusannya. Sekali lagi ini soal tata bahasa yang tepat, sama seperti sebelumnya saya membuat tulisan tentang SALAHMOLOGI bagian 1 – 5. Anggaplah ini SALAHMOLOGI bagian 6.

Setelah ditelusuri, ternyata ada beberapa kejanggalan. Jika menyusuri penamaan nama-nama hari dalam bahasa Indonesia, rupanya nama hari Minggu asal-muasalnya tidak sama dengan hari Senin sampai Jumat. Nama hari Senin berasal dari bahasa Arab, Isnain yang berarti 2. Selasa dari kata Tsalasa yang berarti 3. Rabu dari kata arba’a yang berarti 4. Kamis dari kata khomsa yang berarti 5. Jumat (Juma’at) yang diartikan juga sebagai berkumpul. Sabtu dari kata sab’atun yang berarti 7.

Untuk hari Minggu, sedikit memperoleh informasi yang saya dapat dari http://id.wikipedia.org/wiki/Minggu, dijelaskan bahwa Minggu adalah hari ketujuh dalam satu pekan menurut standar kalender ISO 8601. Kata minggu diambil dari bahasa Portugis, Domingo. Dalam bahasa Melayu yang lebih awal, kata ini dieja sebagai Dominggu. Baru sekitar akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20, kata ini dieja sebagai Minggu. Kata minggu (m dalam huruf kecil) berarti pekan, satuan waktu yang terdiri dari tujuh hari. Selain itu, kata Dominggo berarti Tuhan.

Dalam bahasa Arab, hari Minggu diserap dari kata Ahad. Jadi, saya maklumi dan sangat menghormati saudara-saudara dari umat Muslim lebih tepat memakai kata Ahad daripada kata Minggu.

Selanjutnya, kenapa saya tidak setuju dengan penggunaan kata Happy Sunday? Ternyata ada sejarahnya lho! Sedikit saya uraikan di sini. Di masa kekaisaran Romawi Konstantin, agama resmi Romawi adalah pemujaan matahari (Sun-day) , dan Konstantin adalah pendeta kepalanya. Ketika itu, Konstantin menghadapi kenyataan, 3 abad sepeninggal Yesus, penganut Kristen tumbuh berlipat-lipat. Kaum Kristen dan pagan mulai berperang. Situasi dianggap mengancam dan memecah belah Romawi.

Konstantin memikirkan bagaimana caranya untuk menyatukan Romawi dalam sebuah agama tunggal. Caranya, ia memanipulasi cara mengalihkan para penganut pagan (polytheisme) pemuja matahari menjadi Kristen, dengan meleburkan simbol-simbol, tanggal-tanggal, serta ritus-ritus pagan ke dalam tradisi-tradisi saat itu yang sedang tumbuh untuk memecah belah umat Kristen kala itu. Mungkin inilah awal mula kata Sunday bagi hari Minggu dalam bahasa Inggris.

Nah, sekiranya mungkin kita akan terbiasa memakai ucapan selamat berhari Minggu ataukah selamat menjalani Ahad daripada Happy Sunday. Lagian, orang di Amerika jarang mengatakan Happy Sunday tapi lebih banyak dengan mengomel dengan ucapan I Hate Monday. Semoga bermanfaat!

Selamat menjalani ibadah di hari Minggu, selamat menikmati Ahad dan selamat berlibur bersama keluarga anda.

(YM, Mdo, 17/10/2010)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

“Telitinya” Petugas PT KAI dalam …

Iskandar Indra | | 24 July 2014 | 16:25

Catatan dari Batam …

Farchan Noor Rachma... | | 24 July 2014 | 17:46

Rumah “Unik” Majapahit …

Teguh Hariawan | | 24 July 2014 | 15:27

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Sengketa Pilpres 2014 Akhirnya Berujung di …

Mawalu | 11 jam lalu

Inilah Salah Satu Warisan Terbaik Pak Beye …

Raisa Atmadja | 12 jam lalu

Timnas U-19 Batal Tampil di Spanyol …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Akhirnya Prabowo-Hatta Melangkah ke MK …

Bang Pilot | 20 jam lalu

Jokowi “Penyebar Virus” kepada …

Hendrik Riyanto | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: