Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Eko Prasetyo

Hingga Januari 2015, penggemar wedang kopi ini baru menulis 30 buku. Kini ia melanjutkan sekolah selengkapnya

Pojok Bahasa: Izin Atau Ijin?

OPINI | 24 September 2010 | 14:57 Dibaca: 13559   Komentar: 3   1

Seorang rekan guru menuliskan pengalamannya tentang penulisan kata izin. Berikut tulisannya sebagaimana dikutip dari mailing list (milis) Ikatan Guru Indonesia (IGI).

=====

Re: Bls: [IGI] Jelang Konggres IGI..belajar berbahasa.

Selasa, 31 Agustus, 2010 21:13

Dari:

Kepada: ikatanguruindonesia@yahoogroups.com

..Sekedar berbagi..

Beberapa waktu yang lalu saya membuat surat izin pemasangan poster.
Kata izin keliru tertulis ijin.
Meskipun sudah diperbanyak ratusan lembar, ditandatangani seluruh panitia dan penanggungjawab. Oleh Guru Bahasa Indonesia diminta untuk dibuat ulang…..
Hwaduh!!!

Yaaa..okelah , jadi harus belajar banyak tentang  bahasa Indonesia..

Dra. Paulina Soesri Handajani,

=====

Di dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan ada penjelasan sebagai berikut. Yakni, ejaan kata dari bahasa asing hanya diubah seperlunya agar ejaannya dalam bahasa Indonesia masih dapat dibandingkan dengan ejaan bahasa asalnya.

Contoh:

Frequency (bahasa Inggris) èfrekuensi.

Kenapa bukan frekwensi? Sebab, ejaan dalam bahasa asalnya tidak disertai /w/.

Kemudian, mana yang betul: izin atau ijin?

Dua kata tersebut bukan berasal dari bahasa Inggris, melainkan bahasa Arab. Untuk dapat mengetahui penulisan kata-kata itu ke bahasa Indonesia, kita harus melihatnya dalam bahasa Arab.

Jika kita bandingkan antara lafal lambang bunyi bahasa Arab dan lafal lambang bunyi bahasa Indonesia, kita melihat adanya perbedaan-perbedaan yang cukup besar. Upaya terbaik untuk mengatasi itu dalam pengindonesiaan kata bahasa Arab ialah mencarikan lambang bunyi bahasa Indonesia yang paling dekat dengan lambang bunyi bahasa Arab.

Atas pertimbangan itu, huruf diindonesiakan menjadi /z/, bukan /j/. Selain itu, huruf juga diindonesiakan menjadi /z/. Berdasar penjelasan tersebut, penulisan yang benar adalah izin (dengan /z/), bukan ijin (dengan /j/). Hal serupa juga berlaku untuk penulisan azan dan zikir.

Dalam KBBI, kata tersebut dijelaskan sebagai berikut.

izin n pernyataan mengabulkan (tidak melarang dsb); per-setujuan membolehkan

31 Agustus 2010

Sumber Pustaka:

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi IV (Pusat Bahasa Depdiknas)
  2. Buku Praktis Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa Depdiknas)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kota Cerdas dengan Teknologi Digital …

Isson Khairul | | 24 April 2015 | 20:20

Perhelatan Gawe Adat Naik Dango ke XXX di …

Adrianus Marsel | | 24 April 2015 | 23:29

Bagaimana Imunisasi di Indonesia, Sudah …

Listhia H Rahman | | 24 April 2015 | 19:50

Serunya Nangkring Unboxing Samsung Galaxy S6 …

Riana Dewie | | 24 April 2015 | 22:36

Curahan Hati Peserta UN CBT 2015 …

Leviana | | 24 April 2015 | 21:41



Subscribe and Follow Kompasiana: