Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Eko Prasetyo

Arek Suroboyo yang besar di Bekasi. Penggemar wedang kopi, tapi anti rokok. Pengalaman jurnalistiknya ditempa selengkapnya

Pojok Bahasa: Izin Atau Ijin?

OPINI | 24 September 2010 | 14:57 Dibaca: 12810   Komentar: 3   1

Seorang rekan guru menuliskan pengalamannya tentang penulisan kata izin. Berikut tulisannya sebagaimana dikutip dari mailing list (milis) Ikatan Guru Indonesia (IGI).

=====

Re: Bls: [IGI] Jelang Konggres IGI..belajar berbahasa.

Selasa, 31 Agustus, 2010 21:13

Dari:

Kepada: ikatanguruindonesia@yahoogroups.com

..Sekedar berbagi..

Beberapa waktu yang lalu saya membuat surat izin pemasangan poster.
Kata izin keliru tertulis ijin.
Meskipun sudah diperbanyak ratusan lembar, ditandatangani seluruh panitia dan penanggungjawab. Oleh Guru Bahasa Indonesia diminta untuk dibuat ulang…..
Hwaduh!!!

Yaaa..okelah , jadi harus belajar banyak tentang  bahasa Indonesia..

Dra. Paulina Soesri Handajani,

=====

Di dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan ada penjelasan sebagai berikut. Yakni, ejaan kata dari bahasa asing hanya diubah seperlunya agar ejaannya dalam bahasa Indonesia masih dapat dibandingkan dengan ejaan bahasa asalnya.

Contoh:

Frequency (bahasa Inggris) èfrekuensi.

Kenapa bukan frekwensi? Sebab, ejaan dalam bahasa asalnya tidak disertai /w/.

Kemudian, mana yang betul: izin atau ijin?

Dua kata tersebut bukan berasal dari bahasa Inggris, melainkan bahasa Arab. Untuk dapat mengetahui penulisan kata-kata itu ke bahasa Indonesia, kita harus melihatnya dalam bahasa Arab.

Jika kita bandingkan antara lafal lambang bunyi bahasa Arab dan lafal lambang bunyi bahasa Indonesia, kita melihat adanya perbedaan-perbedaan yang cukup besar. Upaya terbaik untuk mengatasi itu dalam pengindonesiaan kata bahasa Arab ialah mencarikan lambang bunyi bahasa Indonesia yang paling dekat dengan lambang bunyi bahasa Arab.

Atas pertimbangan itu, huruf diindonesiakan menjadi /z/, bukan /j/. Selain itu, huruf juga diindonesiakan menjadi /z/. Berdasar penjelasan tersebut, penulisan yang benar adalah izin (dengan /z/), bukan ijin (dengan /j/). Hal serupa juga berlaku untuk penulisan azan dan zikir.

Dalam KBBI, kata tersebut dijelaskan sebagai berikut.

izin n pernyataan mengabulkan (tidak melarang dsb); per-setujuan membolehkan

31 Agustus 2010

Sumber Pustaka:

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi IV (Pusat Bahasa Depdiknas)
  2. Buku Praktis Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa Depdiknas)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47

Ibu Renta Itu Terusir …

Muhammad Armand | | 22 December 2014 | 09:55


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 7 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 9 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 11 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 12 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: