Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Eko Prasetyo

Arek Suroboyo yang besar di Bekasi. Penggemar wedang kopi, tapi anti rokok. Pengalaman jurnalistiknya ditempa selengkapnya

Pewaris dan Ahli Waris

OPINI | 24 September 2010 | 15:59 Dibaca: 449   Komentar: 2   1

Saat ini banyak sekali salah kaprah dalam penulisan pewaris. Pada 1 Februari 2010, saya menemukan penulisan pewaris yang kurang tepat pada berita feature di salah satu surat kabar. Berita itu mengulas novel laris Millennium.

Trilogi Millennium menjadi salah satu novel terlaris di dunia. Trilogi tersebut juga melejitkan nama Stieg Larsson sebagai penulis terbesar di Eropa. Novelnya terjual 25 juta kopi di seluruh dunia. Namun, kontroversi muncul seiring sejumlah buku yang meragukan apakah itu benar-benar karya Larsson.

Kontroversi itu mencuat setelah Larsson wafat. Dalam berita itu, diulas pula tentang pembagian warisan dari royalti novel Larsson.

Nah, dalam isi berita tersebut terdapat paragraf seperti di bawah ini.

Pembagian warisan hasil penjualan novel tersebut menjadi headline di sejumlah media di Swedia. Sejumlah laporan menyebut nama kekasihnya, Eva Gabrielsson. Larsson tidak pernah menikahinya secara resmi. Namun, dia telah menghabiskan waktu selama 30 tahun hidup bersama Larsson. Meski demikian, Eva tidak akan mendapat bagian satu sen pun royalti penulisan buku tersebut karena dasar hukumnya tidak ada. Karena itu, semua harta Larsson akan beralih ke ayah dan adiknya sebagai pewaris legal.

Perhatikan kata yang digaris bawahi tersebut (pewaris legal). Di situ tampak bahwa yang bakal mewarisi atau mendapatkan warisan dari royalti Larsson adalah ayah dan adiknya.

Namun, pemakaian pewaris di situ tidak tepat. Mengapa?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan sebagai berikut:

wa·ris·an n sesuatu yang diwariskan.
pe·wa·ris n orang yang mewariskan.

wa·ris n orang yang berhak menerima harta pusaka dari orang yang telah meninggal.

Maka, koreksi untuk kata yang digarisbawahi tadi adalah waris/ahli waris. Sebab, di situ dijelaskan bahwa ayah dan adik Larsson adalah orang yang akan menerima warisan (harta) Larsson.

(Tulisan ini diambil dari musaf-ku: Pojok Bahasa)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Serangan Teror Penembakan di Gedung Parlemen …

Prayitno Ramelan | | 24 October 2014 | 06:00

Petualangan 13 Hari Menjelajahi Daratan …

Harris Maulana | | 24 October 2014 | 11:53

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Proses Kreatif Desainer Kover Buku The Fault …

Benny Rhamdani | | 24 October 2014 | 14:11

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mengukur Kekayaan Syahrini …

Dean Ridone | 1 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 6 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 6 jam lalu

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Jokowi Marahin Wartawan …

Ifani | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Beda “Isu” Indonesia dan …

Gustaaf Kusno | 7 jam lalu

Susan, Sudah Jadi Dokter Belum? …

Listhia H Rahman | 7 jam lalu

Kemana Harus Mengadu? …

Jelly Amalia | 7 jam lalu

[Dracula Untold] [Bukan Review] …

Endah Lestariati | 8 jam lalu

Maksud Hati Ingin Mengajarkan Jiwa …

Etna Nena Oetari | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: