Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Eko Prasetyo

Hingga Januari 2015, penggemar wedang kopi ini baru menulis 30 buku. Kini ia melanjutkan sekolah selengkapnya

Pewaris dan Ahli Waris

OPINI | 24 September 2010 | 15:59 Dibaca: 551   Komentar: 2   1

Saat ini banyak sekali salah kaprah dalam penulisan pewaris. Pada 1 Februari 2010, saya menemukan penulisan pewaris yang kurang tepat pada berita feature di salah satu surat kabar. Berita itu mengulas novel laris Millennium.

Trilogi Millennium menjadi salah satu novel terlaris di dunia. Trilogi tersebut juga melejitkan nama Stieg Larsson sebagai penulis terbesar di Eropa. Novelnya terjual 25 juta kopi di seluruh dunia. Namun, kontroversi muncul seiring sejumlah buku yang meragukan apakah itu benar-benar karya Larsson.

Kontroversi itu mencuat setelah Larsson wafat. Dalam berita itu, diulas pula tentang pembagian warisan dari royalti novel Larsson.

Nah, dalam isi berita tersebut terdapat paragraf seperti di bawah ini.

Pembagian warisan hasil penjualan novel tersebut menjadi headline di sejumlah media di Swedia. Sejumlah laporan menyebut nama kekasihnya, Eva Gabrielsson. Larsson tidak pernah menikahinya secara resmi. Namun, dia telah menghabiskan waktu selama 30 tahun hidup bersama Larsson. Meski demikian, Eva tidak akan mendapat bagian satu sen pun royalti penulisan buku tersebut karena dasar hukumnya tidak ada. Karena itu, semua harta Larsson akan beralih ke ayah dan adiknya sebagai pewaris legal.

Perhatikan kata yang digaris bawahi tersebut (pewaris legal). Di situ tampak bahwa yang bakal mewarisi atau mendapatkan warisan dari royalti Larsson adalah ayah dan adiknya.

Namun, pemakaian pewaris di situ tidak tepat. Mengapa?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan sebagai berikut:

wa·ris·an n sesuatu yang diwariskan.
pe·wa·ris n orang yang mewariskan.

wa·ris n orang yang berhak menerima harta pusaka dari orang yang telah meninggal.

Maka, koreksi untuk kata yang digarisbawahi tadi adalah waris/ahli waris. Sebab, di situ dijelaskan bahwa ayah dan adik Larsson adalah orang yang akan menerima warisan (harta) Larsson.

(Tulisan ini diambil dari musaf-ku: Pojok Bahasa)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Antara Jokowi dan Realisasi MEA 2016: Tak …

Auda Zaschkya | | 06 May 2015 | 02:03

Awas, Digital Eye Strain Mungkin Mengancam …

Giri Lumakto | | 05 May 2015 | 22:23

[JNE MALANG] Kompasiana Blogshop & …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:10

Kontroversi Peluncuran Beasiswa Chan – …

Ronny Noor | | 06 May 2015 | 07:14

Daftar Kegiatan Kompasiana Mei 2015 …

Kompasiana | | 03 May 2015 | 00:40


TRENDING ARTICLES

Sultan Yogya Sampaikan Sabda Raja, Netizen …

Hasto Suprayogo | 2 jam lalu

Jokowi Melawan Tatanan Dunia yang Mapan …

Rudi Hartono | 4 jam lalu

Gibran Marketer of The Year 2015: MarkPlus …

Dr. Nugroho, Msi Sb... | 4 jam lalu

Artis Pamer Harta …

Ifani | 4 jam lalu

Menpora akan Membentuk Federasi Baru …

Otto Von Bismarck | 4 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: